Recent comments

:::Assalamualaikum...Welcome to my World... :::

July 18, 2011

Kunjuna ke Jongeren Informatie Punt Den Haag

Filed under: Article, Children and Development, Living in Netherlands - dessynataliani @ 2:38 pm

Oleh: Dessy Nataliani

Organisasi JIP
Jongeren Informatie Punt (JIP) adalah sebuah organisasi (vereniging)  yang dibiayai pemerintah Belanda, berfungsi untuk memberikan pelayanan informasi & konsultasi bagi remaja usia 12-25 tahun yang membutuhkan bantuan dan arahan/nasihat seputar hal-hal yang menarik atau dibutuhkan remaja maupun masalah-masalah remaja.


JIP dalam skala luas juga merupakan asosiasi dari beberapa cabang lembaga/organisasi serupa1). Dengan bentuk kerja asosiasi ini JIP menjadi organisasi payung (umbrella) & mensupport organisasi-organisasi serupa dibawahnya. JIP memiliki  cabang  di beberapa kota lain seperti Delft, Zoetermeer, Appeldoorn, Bergen op Zoom, Heemskerk, Harlemmermeer, Rotterdam, Venlo, dan Waddinxveen.

Pelayanan
Beberapa bidang layanan yang ditangani oleh JIP Den Haag adalah:
a. Narkoba
b. Masalah keuangan (remaja)
c. Kesehatan
d. Menjadi orangtua di usia remaja
e. Loverboy
f. Pendidikan
g. Hukum
h. Masalah sex remaja
i. Pekerjaan
j. tempat tinggal

Bentuk layanan yang diberikan adalah informasi & advice (baik secara lisan maupun bentuk tertulis berupa booklet, brosur dll) seputar bidang layanan di atas. Sedangkan pelayanan konsultasi dan follow up dilanjutkan ke lembaga-lembaga yang menjadi rujukan JIP (stake holder) diantaranya Rumah Sakit (Ziekenhuis), CASA (organisasi anticonsespsi), Stichting Zebra, Stichting MOOI, Ministerie van Onderwijs, Cultuur en Wetenschap, SOA-Aids, Huurcommisie dll

Lembaga-lembaga rujukan (stakeholder) ini sangat penting mengingat JIP tidak memberikan layanan follow up selain dari pemberian informasi & advice.  JIP juga tidak memberi layanan secara aktif (tidak mendatangi klien) akan tetapi hanya menunggu remaja yang membutuhkan dan datang ke kantor JIP.

 

Kasus-kasus yang paling sering ditangani JIP adalah:
Remaja hamil (jonge moeder). Melakukan hubungan sexual di kalangan remaja sudah menjadi hal yang biasa di Belanda, data tahun 2006 2) menunjukkan jumlah remaja yang hamil & melakukan aborsi (usia 15-19 tahun) adalah 14.100 orang. Untuk masalah remaja  hamil layanan konsultasi diberikan dalam loket khusus dan oleh konsultan (social worker) dari stichting MOOI.  Menurut pemandu JIP, masalah remaja hamil ini memberikan efek domino, diantaranya masalah pekerjaan (untuk membiayai anak terutama jika ayah si bayi tidak bertanggungjawab), penitipan anak selagi ibu meneruskan sekolah ataupun bekerja, tempat tinggal bagi ibu maupun bayi (karena nenek/kakek belum tentu mau menerima si ibu & bayinya).
Bentuk-bentuk preventif yang dilakukan oleh JIP adalah memberikan informasi resiko kehamilan di usia remaja, seperti menggunakan pelindung agar tidak terjadi kehamilan & terhindar dari penyakit kelamin maupun HIV/AIDS (lihat footnote no.2)

 


Remaja mencari pekerjaan
Menurut peraturan Departemen Sosial dan Tenaga kerja Belanda3), remaja di Belanda mendapat ijin bekerja sejak usia 12 tahun dengan kriteria dan jumlah jam kerja yang sudah

 
ditentukan4). Secara umum diaturnya ijin kerja bagi remaja adalah untuk menghindari eksploitasi dan melindungi hak remaja untuk bekerja, karena remaja perlu dilibatkan untuk berpartisipasi dalam masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa tanggungjawab5).  Akan tetapi tidak mudah bagi remaja yang belum mempunyai pengalaman untuk diterima bekerja. Untuk itu JIP bersama lembaga penyalur pekerjaan membantu memberikan informasi lowongan pekerjaan.
Remaja mencari tempat tinggal
Empat dari sepuluh remaja, meninggalkan rumah orang tuanya, tercatat pada periode tahun 2000-2002 mereka yang meninggalkan rumah orang tuanya adalah dengan alasan ingin mandiri, harus meneruskan sekolah yang letaknya jauh dari rumah orang tua, bekerja, tinggal serumah dengan pasangan (menikah maupun tidak menikah), dan karena suasana yang tidak nyaman di rumah dll6).

1)Rassendiscriminatie, pestweb, Trimbos-instituut, meldpunt kinderporno op internet, stichting anticonceptie Nederland, kinderrechtswinkel.nl, SOAIDS, Nederlands Jeugd Instituut dll
2) Advocatesforyouth.org.  Ada perjanjian tidak tertulis  pemerintah kepada remaja yang menyebutkan “We’ll respect your right to act responsibly and give you the tools you need to avoid unintended pregnancy and sexually transmitted infections, including HIV.” Dengan demikian Pemerintah memberikan fasilitas berupa informasi  tentang hubungan seksual yang sehat dan pelayanannya bagi semua orang termasuk remaja.
http://www.advocatesforyouth.org/storage/advfy/documents/adolescent_sexual_health_in_europe_and_the_united_states.pdf

3)Arbeid door jongeren, Ministerie van Sociale Zaken en Werkgelegenheid, Februari 2009 

4)Jeugdparticipatie een eerste kennismaking, http://www.jeugdparticipatiezh.nl/downloads/jongerenparticipatie/reader%20jeugdparticipatie.pdf

5)Beberapa bentuk kerja yang diperbolehkan diantaranya bisa dilihat di link ini https://www.werk.nl/werk_nl/werknemer/meer_weten/arbeidsrecht/arbeiddoorjongeren . Usia 12 tahun hanya dibolehkan werkstraf, yaitu bekerja karena anak tersebut mendapat hukuman dari sekolah misalnya keharusan bekerja di rumah jompo dsb.

6)Jongeren eerder uit huis, Centraal Bureau voor de Statistiek http://www.cbs.nl/nl-NL/menu/themas/dossiers/vrouwen-en-mannen/publicaties/artikelen/archief/2004/2004-1485-wm.htm

1) Organisasi serupa diantaranya: Alchohol infolijn, drugsinfo, Landelijk Bureau ter bestrijding van  

 

Comments (1)

March 6, 2011

Buku Keroyokan (lagi)

Filed under: Article - dessynataliani @ 6:20 pm

Beraninya main keroyokan… nggak apa-apa deh, sementara memang masih kelas keroyokan hehehe… satu lagi buku keroyokan terbitan Lingkar Pena Publishing House. Ditulis bareng-bareng teman-teman mahasiswa yang dapat beasiswa kuliah ke luar negeri. Disunting oleh Dee dari LPH, makasih ya Dee… Alhamdulillah, seneng kolaborasi dengan PH yang inget ngasih souvenir buku ke penulisnya (plus honor lho!). Buatku bukunya sangat penting sebagai kenang-kenangan bahwa aku pernah menggoreskan tinta dan jadi buku (meski cuma beberapa lembar kontribusinya). Yang mau baca, cari sendiri di toko buku di Indonesia, harganya juga nggak tahu berapaan ^^

Comments (0)

January 24, 2011

Inburgering Cursus, akhirnya!

Filed under: Article, Living in Netherlands - dessynataliani @ 9:26 pm

Pfffiuuuh… Alhamdulillah, akhirnya… Sabtu kemarin saya masuk ke kelas inburgering, setelah melalui rentetan  panjang dan berliku untuk bisa diterima ikut kursus bahasa Belanda. Segitunya ya… padahal banyak lho orang yang malah menghindar ketika dipanggil oleh Gemeente untuk ikut kursus. Kalau ada yang terpaksa harus, ya lebih memilih ikut kort exament sebagai jalan pintas dari pada berbulan-bulan masuk kelas dan mengerjakan tetek bengek PR dan tugas-tugasnya.

Yah, sebetulnya saya sendiri sejak menginjakkan kaki di sini tidak terlalu tertarik mempelajari bahasa Belanda. Hanya saja, merasa nggak enak kalau ditanya, "Memangnya kamu tinggal disini sudah berapa lama? Kok belum bisa juga berbahasa Belanda?"  halah..halah…ditanya begitu dengan muka masam ketekuk oleh bule Belanda. Jadi malu hati dibuatnya… (more…)

Comments (4)

January 21, 2011

Bahasa Remaja

Filed under: Article - dessynataliani @ 6:21 am

 

Berbicara dengan remaja bersama dunianya, seringkali menyulitkan para orangtua. Keras sedikit, jadi ngambek. Terlalu lunak, suka ngelunjak. Karena usia mereka memang berada pada masa mencari identitas diri, ingin eksis di lingkungannya, rasa ingin tahu yang besar dan tentu sifat-sifat egois & sensitif juga masih mendominasi diri mereka.

Wilayah dunia maya & jejaring sosialnya, seperti facebook, tweeter dll kerap menjadi wadah luapan rasa yang ada dalam diri mereka. Dengan gaya bahasanya, mereka bebas berekspresi, meski tak sedikit yang akhirnya bermasalah dengan orang lain bahkan dengan hukum.

Saya mungkin satu dari ribuan guru sekaligus orang tua yang alhamdulillah bisa dan diterima berada di antara mereka, siswa-siswa saya, tanpa mereka merasa jengah atau tak nyaman. Membaca update status mereka sering membuat saya senyum2, ngerut dahi, terharu bahkan gemes dan geregetan. Tapi sejauh hal itu masih dalam batas wajar ya nggak masalah, namanya anak2 apalagi mereka masih usia remaja.. (more…)

Comments (0)

November 4, 2010

Buku Kumpulan Cerpen Ranesi

Filed under: Article - dessynataliani @ 7:06 pm

 Waktu lagi surf nyari-nyari CV di google (ealaah… udah serasa yg beken, ge-er ah!) nggak sengaja masuk ke link buku kumpulan cerpen Ranesi. Ternyata salah satu cerpenku yang duluuuu pernah dimuat di web Ranesi dimasukan juga ke Buku Kumpulan Cerpen Ranesi yang diterbitin Gramedia. Tahun 2007!! Waaa… kok nggak kabar2i ya Ranesi, minimal kita dapet kek 1 buku gratis… Yasud lah kalo ada yang mau baca ada bentuk onlinenya bisa dilirik disini ya…

http://books.google.nl/books?id=ENla5b3dbwEC&pg=PA31&lpg=PA31&dq=dessy+nataliani&source=bl&ots=zW948gR8j_&sig=RfXzBm4Vbpe8PPHyD-lJssSW7zA&hl=nl&ei=jPfSTMb6EcmYOu7P-NMP&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=2&ved=0CBoQ6AEwATgU#v=onepage&q=dessy%20nataliani&f=false

Alhamdulillah…Lumayan nambah satu deh, karyaku yang diterbitin dalam bentuk buku…

Comments (2)

July 30, 2010

Kegiatan Anak di bulan Ramadhan

Filed under: Article, Living in Netherlands - dessynataliani @ 10:21 am

 

Ramadhan tinggal menghitung hari, sudahkah kita siapkan kedatangannya bagi diri kita maupun anak2? Sosialisasi Ramadhan untuk anak-anak di luar negeri tentunya lebih sulit dibanding jaman kita kecil dulu di tanah air. Aura Ramadhan di kampung halaman benar-benar terasa karena lingkungan ikut mendukungnya, suara adzan, tilawah quran di masjid-masjid, orang-orang yang membangunkan sahur dengan aneka cara (kentongan, bedug keliling dll), acara TV yang "lebih islami", kunjungan dan hantaran makanan dari tetangga dan kerabat, dan aneka makanan khas menjelang berbuka yang dijual di warung atau K5… ahhhh… jadi kangen kampung!

Bagaimana menghadirkan suasana Ramadhan di rumah terutama untuk anak-anak kita?
Berikut beberapa yang bisa kita lakukan:

1. Sosialisasikan kedatangan Ramadhan jauh hari sebelum harinya datang. Ibu-ibu bisa bercerita kisah-kisah Nabi & sahabat ttg puasa, sholat, berinfak dll contohnya spt di link ini http://cahyaislam. wordpress. com/2009/ 05/06/kisah- sahabat-rasulull ah-saw/  atau ilustrasi yang lebih fun dengan nonton film seperti Ipin & Upin di links berikut: http://www.youtube. com/watch? v=k81Do7TzJKY Ini favorite saya…

2. Mendekorasi rumah dengan hiasan yang menandakan bahwa Ramadhan telah tiba: misalnya tulisan "Welkom Ramadhan", "Ramadhan ada di rumah kami" dll yang dibuat bersama anak dengan kertas warna warni dan kalau perlu memasang versiering. setiap hari sempatkan putar murotal quran, atau lagu anak islami, pasang komputer menjelang adzan tiba (download dari http://www.islamicf inder.org/ athanDownload. php), sholat berjamaah dll

3. Menjelaskan tata cara puasa & ibadah lainnya, membuat program puasa sesuai usia anak. Untuk membuat anak semangat & gembira menjalankan ramadhan buat daftar kegiatan bersama anak, tiap hari bisa dicontreng mana yang berhasil mereka lakukan dan beri reward (lihat point 4). Kegiatan misalnya:
a. menghafal: hafalan doa berpuasa dan berbuka, surat pendek, doa-doa lainnya. 
b. sholat berjamaah, membaca kisah2 islami setelah sholat dan latihan iqro/membaca quran.
c.  ikut menyiapkan berbuka dan sahur,
d. berinfak, kalau anak-anak sudah diberi uang jajan, minta mereka menyisihkan 50 cent atau 1 euro perhari atau semampunya ke kotak amal yang kita buat, kirim uang ke lembaga Infaq seperti Isned misalnya   http://isned. eu/
e. berpuasa (meski hanya beberapa jam untuk anak2 yang masih kecil),
f. juga menahan nafsu lainnya (tidak berkata buruk, tidak mengganggu adik dll)

kegiatan ini bukan hanya berlaku di rumah tetapi juga ketika berada di sekolah (sebaiknya sebelum hari pertama ramadhan kita jelaskan pada guru/juf bahwa anak-anak sedang latihan puasa. Pengalaman saya waktu anak-anak sekolah di sekolah Belanda, gurunya sempat marah karena saya tidak menjelaskan terlebih dahulu - disangkanya saya sedang menyiksa anak tidak boleh makan seharian padahal anak2 hanya diminta puasa 5 jam - buka - puasa lagi)

4. Untuk anak yang bisa memenuhi daftar kegiatan dengan baik, Ibu bisa memberinya hadiah, baik di akhir ramadhan maupun minggu2 diantaranya. Supaya lebih menarik bisa dibuat games, misalnya:
Pekan pertama,anak2 mendapat jatah satu kado. Buat versiering seperti foto diatas, masing2 balon berisi kertas perintah dan petunjuk.

a. Sebelum memecahkan balon pertama minta anak2 untuk menghafal (salah satu surat pendek atau doa), kalau anak2 hafal, mereka boleh memecahkan balon pertama yang berisi petunjuk: "temukan kertas warna merah di box mainan kalian".

b. Kemudian anak2 akan mencari di box mainannya, setelah ditemukan, pada kertas merah tersebut tulis perintah misalnya lakukan gerakan wudhu beserta doa sebelum dan sesudah wudhu. Juga tulis petunjuk selanjutnya: "temukan perahu kertas warna kuning di sela-sela pakaian, tapi jangan diaduk-aduk ya".

c. Setelah perahu kertas ditemukan, minta anak2 membaca perintah & petunjuknya : bacakan doa niat sholat maghrib dan Isya, lakukan gerakan sholat subuh. Petunjuknya: Coba cari hadiah kalian ditumpukan setrikaan ibu (makin banyak setrikaan makin sulit hehehe…anggap aja anak2 mencari harta karun dan harus menggali pakaian).  Ibu meletakkan hadiah disana, beri tulisan : "Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Insya Allah minggu depan puasa saya lebih baik lagi"

Insya Allah anak-anak akan gembira berpuasa dan tentunya memberikan kenangan ketika mereka dewasa kelak. Lingkungan kita tidak kondusif, maka kita lah yang harus menciptakannya… 

Comments (0)
Next Page

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

  • Home
Online counter
  • Links:
    • Blogsome
    • Blog Odang & Adek
    • Studio-Blog
    • Blog Abah
    • Salamaa
  • Categories:
    • another hobby
    • Anthology
    • Article
    • Children and Development
    • Living in Netherlands
    • my comics
    • my plants
    • News
    • Recipes
Resep Dapur Dessy Yuuk lihat2 & coba resep makanan ala Dessy... Photobucket Photobucket
  • Search: